Libur semester pasca lebaran itu merupakan moment yang gue tunggu karna waktu libur lumayan banyak dan panjang. gue bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, teman-teman dan sibuk sama ketidak jelasan gue sendiri yang tidak dengan kesibukan matakuliah yang bejibun dan tahun ini seperti biasa gue menghabiskan waktu bersama keluarga. Gue dan ibu berencana untuk main kepulau dan menghabiskan waktu bermalam di selat nasik
Tujuan kita kesini sebenarnya untuk menghadiri acara pernikahan saudara, lebih tepatnya keluarganya bapak sambung gue. kita bermalam di pulau Selat nasik, jadi selat nasik ini merupakan salah satu kecamatan yang ada di belitung. karna pulau, jadi untuk sampai kepulau ini kita naik kapal. ada 2 cara cara pertama bisa naik kapal dari pelabuhan pasar tapi kalau berangkat dari sini untuk sampai sana butuh waktu 2/3 jam, dan cara kedua bisa lewat pelabuhan pegantongan yang kalo dari kota ke pelabuhan pegantongan lumayan jauh kurang lebih 45 menit dan 40 menit lagi untuk nyebrang dengan kapal. kita pake cara dua karna kita trauma waktu gue SD tujuannya untuk nonton meras taun dan pernah naik kapal dari pelabuhan pasar kota dimana waktu itu angin yang lumayan kencang, dan ombak yang gede.
sampai disana biasa kita siraturahmi ke sodara, for you information selat nasik memiliki 3 desa antara lain selat, petaling, dan suak gual. kita memutuskan untuk bermalam diselat, jadi rumah yang kita kunjungin itu berhadapan banget dangan laut dan warrr biasaaa disini susah banget sinyal. sebenarnya bukan kali pertama gue bermalam di pulau ini terakhir gue lupa kapan tepatnya.
2 malam nginap disini kita memutuskan untuk lanjut ke suak gual yang kalau dari selat menempuh 18 Km. nahhhh yang gue suka itu disini. terakhir ke sini waktu gue kelas 1 smp, disini kita bermalam dirumah adeknya bapak. sesampainya kita disini kita langsung ikut ke kebun kalo bahasa belitungnya itu kelekak, lumayan jauh dengan jalan kaki dan lumayan membuat kaki gue pegal-pegal. sepanjang perjalan kita melewati hutan yang dikelilingin pohon-pohon rindang
jadi kebunnya itu lumayan jauh dan menanjak karna kebunnya itu diatas bukit. sepanjang perjalanan kita ngobrol sama makitam(istrinya adek bapak), sebenarnya rumahnya ada di kota tanjungpandan, tapi karna udah tua dan ingin memelihara kebun jadi mereka banyak menghabiskan waktu di pulau ini, dan yang kita salut dari makitam punyak 4 anak dan 2 diantaranya lulusan kampus ternama UGM dan sekarang telah menjadi pegawai pemerintahan cuma dari jeripaya penghasilan berkebun
nah.... sampai dikebun kita mencari duren yang baru aja jatoh, bunyi dikit duren jatoh kita lari cari dimana duren itu berada. dan gue jadi orang paling norak saat nemu duren ituuu... keseruan nya itu tidak lebih setelah duren itu dibuka enaknya sunguh luarrrrrr biasaaaaaa... sebenarnya untuk makan duren bisa beli yang sekarang udah banyak yang jual pinggir jalan, tapi untuk makan duren di tengah kebun durennya itu sungguh hal yang menyenangkan. dan untuk cari duren itu liat tangkainya kalo tangkainya bersih itu tandanya durennya baru jatuh.
bukan cuman kebun, jadi rumah yang kita tidurin itu bersebelahan dengan pelabuhan dan kalo dari jendela halamannya langsung pelabuhan dan pantai yang indah, kurang lebih kaya tanjung kelayang. waktu malam kita jalan ke dermaga ada bapak-bapak yang lagi bakar gamat atau teripang, gamat ini barang yang mahal karna manfaatnya untuk obat berbagai banyak penyakit dan paginya pelabuhan ini jadi ramai dengan orang yang pulang dari melaut, dan banyak ikan yang dijual.
jadi libur kali ini kita berburuh duren di pulau. So, see you next harvest.
Tujuan kita kesini sebenarnya untuk menghadiri acara pernikahan saudara, lebih tepatnya keluarganya bapak sambung gue. kita bermalam di pulau Selat nasik, jadi selat nasik ini merupakan salah satu kecamatan yang ada di belitung. karna pulau, jadi untuk sampai kepulau ini kita naik kapal. ada 2 cara cara pertama bisa naik kapal dari pelabuhan pasar tapi kalau berangkat dari sini untuk sampai sana butuh waktu 2/3 jam, dan cara kedua bisa lewat pelabuhan pegantongan yang kalo dari kota ke pelabuhan pegantongan lumayan jauh kurang lebih 45 menit dan 40 menit lagi untuk nyebrang dengan kapal. kita pake cara dua karna kita trauma waktu gue SD tujuannya untuk nonton meras taun dan pernah naik kapal dari pelabuhan pasar kota dimana waktu itu angin yang lumayan kencang, dan ombak yang gede.
sampai disana biasa kita siraturahmi ke sodara, for you information selat nasik memiliki 3 desa antara lain selat, petaling, dan suak gual. kita memutuskan untuk bermalam diselat, jadi rumah yang kita kunjungin itu berhadapan banget dangan laut dan warrr biasaaa disini susah banget sinyal. sebenarnya bukan kali pertama gue bermalam di pulau ini terakhir gue lupa kapan tepatnya.
2 malam nginap disini kita memutuskan untuk lanjut ke suak gual yang kalau dari selat menempuh 18 Km. nahhhh yang gue suka itu disini. terakhir ke sini waktu gue kelas 1 smp, disini kita bermalam dirumah adeknya bapak. sesampainya kita disini kita langsung ikut ke kebun kalo bahasa belitungnya itu kelekak, lumayan jauh dengan jalan kaki dan lumayan membuat kaki gue pegal-pegal. sepanjang perjalan kita melewati hutan yang dikelilingin pohon-pohon rindang
jadi kebunnya itu lumayan jauh dan menanjak karna kebunnya itu diatas bukit. sepanjang perjalanan kita ngobrol sama makitam(istrinya adek bapak), sebenarnya rumahnya ada di kota tanjungpandan, tapi karna udah tua dan ingin memelihara kebun jadi mereka banyak menghabiskan waktu di pulau ini, dan yang kita salut dari makitam punyak 4 anak dan 2 diantaranya lulusan kampus ternama UGM dan sekarang telah menjadi pegawai pemerintahan cuma dari jeripaya penghasilan berkebun
nah.... sampai dikebun kita mencari duren yang baru aja jatoh, bunyi dikit duren jatoh kita lari cari dimana duren itu berada. dan gue jadi orang paling norak saat nemu duren ituuu... keseruan nya itu tidak lebih setelah duren itu dibuka enaknya sunguh luarrrrrr biasaaaaaa... sebenarnya untuk makan duren bisa beli yang sekarang udah banyak yang jual pinggir jalan, tapi untuk makan duren di tengah kebun durennya itu sungguh hal yang menyenangkan. dan untuk cari duren itu liat tangkainya kalo tangkainya bersih itu tandanya durennya baru jatuh.
bukan cuman kebun, jadi rumah yang kita tidurin itu bersebelahan dengan pelabuhan dan kalo dari jendela halamannya langsung pelabuhan dan pantai yang indah, kurang lebih kaya tanjung kelayang. waktu malam kita jalan ke dermaga ada bapak-bapak yang lagi bakar gamat atau teripang, gamat ini barang yang mahal karna manfaatnya untuk obat berbagai banyak penyakit dan paginya pelabuhan ini jadi ramai dengan orang yang pulang dari melaut, dan banyak ikan yang dijual.
jadi libur kali ini kita berburuh duren di pulau. So, see you next harvest.