Langsung ke konten utama

MENTAL ILLNESS

Senin kemaren aku cari tau tentang kesehatan mental di google karena beberapa hari terakhir pikiran aku kacau, dan aku nemu artikel tentang Mental illness. Mental illness adalah ganguan jiwa atau penyakit jiwa yang dialami oleh seseorang dan mempengaruhi emosi, pikiran dan tingkah laku orang tersebut. Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa atau bahkan lanjut usia. Ada beberapa gangguan yang paling banyak pengidapnya:



1. Schizopherenia
Gangguan psikologi yang disebabkan oleh kelainan secara kimiawi pada otak, yang pada akhirnya menggangu sistemik dan implus syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak untuk mengelola informasi dari dan ke panca indera, kemudian muncul proyeksi yang tak seharusnya. Halusinasi auditori bisa terjadi pada pengidapnya tetapi mereka lebih cendrung mendengar suara-suara yang datang dari beberapa objek luar tubuh mereka daripada didalam pikiran mereka. Berdasarkan riset hampir 10% penderita melakukan tindak bunuh diri atau melalukan tindakan kekerasan pada orang lain. Seharusnya penderita mendaptkan perhatian keluarga dan perlu ada pendamping.

2. Bipolar disorder
Gagguan /kelainan secara kimiawi pada sistem saraf otak yang mempengaruhi mood atau suasana hati, kegembiraan atau kesedihan bahkan depresi mendalam dengan perubahan yang sangat cepat dan bertahan dengan durasi waktu yang lama. Gangguan bipolar bisa merusak hubungan sosial, pekerjaan, sekolah dan bahkan bunu diri.

3. Psychopath
Tanda umum penderita psychopath :
·  Jago berbohong
·  Punya kemampuan menguasai emosi orang lain bahkan memanipulasinya
·  Biasanya lemah dalam mengontrol wmosi dan sanggup menyimpan dendam dalam waktu yang lama.
·  Cerdas, sering memanipulasi ekspresi
·  Nggak punya simpatiatas rasa sakit atau kedukaan orang lain.
·   Egois.
·  Nggak semua psikopat jadi pembunuh berdarah dingin, tapi pada kenyataannya mereka selalu jadi sumber masalah dikomunitasnya.

4. Dissociative indentity disorder
Gangguan identitas disosiatif adalah gangguan jiwa yang bisa mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri.

Tanda-tanda umumnya:
· Penderita ngerasa nggak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai orang yang asing atau tidak nyata
· Mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu
· Berubah-ubahnya kondisi penderita, dan ini terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain
· Sakit kepala dan muncul keinginan bunuh diri

5. Self-harm/self-injury
Self-injury adalah perilaku yang dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara melukai diri sendiri. Banyak orang, terutama remaja, yang menderita berbagai gangguan mental mengatasi rasa sakit batin mereka dengan merusak fisik dirinya sendiri, paling sering dengan memotong. Beberapa penderita self-injury merugikan diri mereka sendiri berulang-ulang selama bertahun-tahun tanpa mengalami cacat permanen yang akan mengancam kehidupan mereka, dan nggak menutup kemungkinan jika mereka benar-benar mencoba untuk mati.

Tanda-tanda umumnya:
· Sulit mengendalikan emosi
· Nggak bisa ngurus diri sendiri
· Nggak suka sama dirinya sendiri
· Nggak suka perubahan, entah itu dalam kehidupan sehari-hari maupun pengalaman baru
· Hipersensitif sama yang namanya penolakan
· Sangat agresif
· Biasanya mengalami depresi dan stres berat

Berdasarkan realitanya, kalo ketemu sama orang yang mengalami masalah kejiwaan seperti ini, mereka bisa sangat menikmati ketika sedang melukai dirinya sendiri atau dengan cara melukai diri/mengancam membunuh diri  untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

6. Kecemasan (Ansietas/Anxiety)
Kecemasan adalah sensasi perasaan takut dan gelisah, hampir sama sih kayak depresi, perasaan ini dianggap normal dalam beberapa situasi. Misal, seorang siswa yang mau ujian dia bisa ngerasa gelisah dan tegang, tapi masih mampu mengatasinya. Seperti dengan depresi, kecemasan bakal jadi penyakit jika dia hilang dalam waktu yang lama biasanya lebih dari dua minggu, mempengaruhi kehidupan sehari-hari atau menimbulkan gejala yang lebih berat.

Tanda-tanda umumnya:
· Merasa jantung berdetak cepat, pusing, sakit kepala, gemetar diseluruh tubuh
· Merasa seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan datang, merasa takut, was-was, cemas, khawatir
· Terlalu khawatir akan masalahnya atau kesehatannya, berpikir seolah-olah akan mati, kehilangan kontrol, terus menerus memikirkan hal-hal yang membuatnya tertekan meskipun sudah berusaha menghentikannya
· Menghindari situasi yang menimbulkan ketakutan seperti ditempat ramai atau kendaraan umum, kurang tidur

Gangguan cemas yang sering terjadi:
· Panik: Adalah ketika kecemasan muncul tiba-tiba pada serangan yang berat, biasanya cuma berlangsung beberapa menit. Serangan ini berkaitan dengan gejala fisik kecemasan yang berat dan bikin seseorang ngerasa ketakutan seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan terjadi.

·  Fobia: Ketika seseorang merasa takut (sering disertai panik) tapi hanya pada keadaan tertentu seperti tempat ramai, dalam bis, tempat tertutup, dan pada situasi sosial tertentu misalnya ketemu dengan orang lain. Orang yang mengalami fobia seringkali menghindar dari keadaan-keadaan yang bisa bikin dia cemas, pada kasus yang berat penderita bahkan nggak mau keluar rumah sama sekali.

7.      Antisocial Personality Disorde
Individu dengan Antisosial Personality Disorder sering kurang empati dan cenderung terkesan nggak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak, dan penderitaan orang lain. Dalam bersikap dan berprilaku, penderita nggak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Orang yang kepribadian antisosial secara konsisten melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan sering melanggar norma.

Tanda-tanda umumnya:
· Kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang berkaitan dengan perilaku yang normal menurut masyarakat umum
· Berkali-kali berbohong, penggunaan alias atau anonimus, menipu orang lain untuk keuntungan atau kesenangan pribadi
· Impulsif
· Mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain
· Konsisten untuk nggak bertanggung jawab , gagal mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau menghormati kewajiban keuangan
· Nggak menyesal atas kesalahan yang diperbuat

Mitosnya, seseorang yang menghindari interaksi sosial adalah “antisosial”. Hal ini sebagian besar adalah kesalahan semantik. Antisocial Personality Disorder yang terjadi pada orang dewasa yang secara konsisten mengabaikan hak orang lain dengan berperilaku keras, berbohong, mencuri, atau secara umum bertindak sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau orang lain.

Dari beberapa gangguan kejiwaan diatas sepertinya aku masuk kategori bipolar. Ciri-ciri dari penderita bipolar sering ada dan aku alami sendiri haha. Memang belum pernah datang ke psikolog untuk memastikan tapi aku bisa berpendapat seperti itu karna aku sendiri buktinya. Ketika sewaktu-waktu ada hal yang gak aku suka itu bisa langsung merubah mood yang awalnya biasanya saja jadi pecah karna hal-hal sepeleh itu, dan terkadang bisa membuat depresi yang berkepanjangan. Aku ngerasa mental illness terjadi pada aku sendri sejak 2016. Mungkin waktu itu karna aku pertama kalinya jauh dari orang tua, dan membuat aku jadi kepikiran tentang hal-hal yang aku kaitkan dengan diri aku sendiri, misalanya nanti habis kuliah aku harus bagaimana, mama kira-kira ada uang ga yaa, nanti aku bakal bisa sampe wisuda ga ya dan hal-hal yang menggangu pikiran aku. Tapi setelah semua berlalu, aku bisa kembali normal dengan tris yang biasanya, semangatnya, cerianya dan lain-lain. Sampai saat ini aku nggak tau gimana harusnya aku mengatasi hal itu.

Mungkin lambat laun semuanya akan baik-baik saja. Pesan aku sih, buat orang-orang yang ada disekitar orang penderita mental illness jangan jauhi mereka, jangan takuti mereka, dukunglah mereka dengan kasih sayang dan tetap ada saat mereka membutuhkan bantuan, dan mungkin untuk orang-orang disekitarku, yang tidak tau siapa aku sebenarnya, apa yang sedang aku alami mohon untuk tidak menjahuiku dan mengerti akan aku karna saat tiba waktunya kalian aku menjadi asing dimataku. Tapi itu terjadi saat aku mengalami bipolar itu

Postingan populer dari blog ini

BERANI DATANG KE PSIKOLOG

Gue pikir setiap orang punya masalah dengan porsi yang berbeda-beda. Dengan orang yang dari luar terlihat bahagia terlihat tanpa beban, mereka pun punya masalah yang bedanya mereka hebat untuk menutupi masalahnya tersebut.  Gue iri banget dengan orang yang bisa nutupin masalah yang  mereka punya.  Kalo ditanya "kamu punya masalah apa sih tris?" "kamu kenapa tris?" atau apapun pertanyaan orang-orang ke gue yang semua itu sebenarnya menandakan kepedulian mereka ke gue. Okeeee, gue memang 3 minggu terakhir ngerasa menunjukan perbedaan dari biasanya. Itu karena gue ngerasa ga sedang dalam keadaan baik-baik saja. Gue manusia biasa, manusia yang punya masalah, punya masalah lalu dan berakibat hadirnya rasa sedih, kecewa, marah, takut, cemas dan lainnya.  Apa yang gue rasa dan dilihat oleh orang-orang mungkin bisa dikatakan apalah lebay, apasih gitu doang, tuh tuh kurang ibadah atau apapun yang mungkin mereka bisa bilang gue berlebihan. Tapi gue ga peduli apapun i...

pelajaran

Semua yang bisa aku ambil pelajarannya aku jadikan itu guru. Aku banyak belajar dari apa yang aku temui selama aku ada sampai saat ini. Entah itu seekor makhluk hidup atau sebuah benda mati sekalipun. Jika itu bisa membuat saya sadar apa itu pantas atau tidak untuk dijadikan pelajaran.