Assalamualaikum
Penampilan setiap orang menggambarkan bagaimana orang tersebut sebenarnya. Bukan perihal penilaian terhadap penampilannya karena itu bukanlah suatu yang akan gue bahas. Disini gue pengen bahasa tentang penampilan gue sebagai perempuan islam. Gue terlahir islam sejak lahir dan terlahir dari keluarga islam yang taat. Soal penampilan mungkin dalam pedoman islam Al-Quran Al-Karim perempuan diharuskan untuk menutup aurat dimana yang terdapat pada Qs. An-Nur : 31 “ Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa terlihat.
Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami dan....” disini sudah di jelaskan bahwa seorang wanita muslim hendaknya menutup auratnya dari mulai baligh.
Cerita tentang kerudung/hijab, gue yang terakhir islam dan untuk menutup aurat belum disegerakan pada saat itu. walaupun kami dari keluarga yang taat tapi untuk memilih keyakinan salah satunya memakai hijab tidak menjadi perkara paksaan. Pernah waktu gue bercerita untuk berhijab dan waktu itu memang cuma omongan saja, tapi ibu gue bilang kalo belum yakin jangan dipake takutnya nanti jadi main-main.
Memang waktu itu gue asik dengan diri gue waktu itu dengan kepolosan tentang ilmu agama. Walaupun demikian pada saat itu, di lingkungan gue teman-teman gue satu per satu mulai mengenakan hijab, hingga akhirnya dari salah satu teman dekat di SMP kita berteman ber6 dan disitu cuma gue sendiri yang belum berkerudung. Buat teman-teman gue waktu itu gue selalu ditunggu kapan untuk berhijab, dan gue jawab waktu itu gini “ gue pengen benerin hatio dulu, takut ga pantes nanti antara hati sama tampila” itu sih yang gue ingat.
Tapi lambat laun, waktu demi waktu berlalu hingga gue masuk perguruan tinggi. Dan disini menjadi titik awal gue memutuskan untuk berhijab. Alasannya simple tapi luar biasa menurut gue, waktu itu kampus gue memang mewajibkan para perempuan-perempuan islam untuk menggunakan hijab saat perkuliahan, dan jadinya kita menaati peraturan yang ada. Hari demi hari gue mengenakan kerudung setiap hari, hingga waktu itu gue memutuskan dengan alasan kata orang dan menjadi peringatan untuk perempuan islam, yang gue tangkep begini seorang perempuan yang belum menikah memperlihatkan auratnya, yang menjadi korban atas itu diakhirat nanti adalah bapaknya/ayahnya. Disitu gue mutar otak, keputusan yang gue ambil ini udah benar-benar yakin tidak? Hingga akhirnya gue memutuskan untuk berhijab tercatat sejak tanggal 30 september 2016 tepat hari ulang tahun ayahku. Jadi ayah menjadi salah satu alasan gue untuk mengambil keputusan itu.
Hari demi hari gue mantap dengan hijab gue, gue mengenakan hijab dari model yang ini, bahan hijab yang itu serta warna apa yang gue pilih. Hingga sampai detik ini gue masih berproses, masih memperbaiki penampilan gue. Semoga Allah swt senatiasa memberkahi segala hal yang ada pada diri saya dan yang akan ada pada diri saya Aamiinn
Penampilan setiap orang menggambarkan bagaimana orang tersebut sebenarnya. Bukan perihal penilaian terhadap penampilannya karena itu bukanlah suatu yang akan gue bahas. Disini gue pengen bahasa tentang penampilan gue sebagai perempuan islam. Gue terlahir islam sejak lahir dan terlahir dari keluarga islam yang taat. Soal penampilan mungkin dalam pedoman islam Al-Quran Al-Karim perempuan diharuskan untuk menutup aurat dimana yang terdapat pada Qs. An-Nur : 31 “ Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa terlihat.
Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami dan....” disini sudah di jelaskan bahwa seorang wanita muslim hendaknya menutup auratnya dari mulai baligh.
Cerita tentang kerudung/hijab, gue yang terakhir islam dan untuk menutup aurat belum disegerakan pada saat itu. walaupun kami dari keluarga yang taat tapi untuk memilih keyakinan salah satunya memakai hijab tidak menjadi perkara paksaan. Pernah waktu gue bercerita untuk berhijab dan waktu itu memang cuma omongan saja, tapi ibu gue bilang kalo belum yakin jangan dipake takutnya nanti jadi main-main.
Memang waktu itu gue asik dengan diri gue waktu itu dengan kepolosan tentang ilmu agama. Walaupun demikian pada saat itu, di lingkungan gue teman-teman gue satu per satu mulai mengenakan hijab, hingga akhirnya dari salah satu teman dekat di SMP kita berteman ber6 dan disitu cuma gue sendiri yang belum berkerudung. Buat teman-teman gue waktu itu gue selalu ditunggu kapan untuk berhijab, dan gue jawab waktu itu gini “ gue pengen benerin hatio dulu, takut ga pantes nanti antara hati sama tampila” itu sih yang gue ingat.
Tapi lambat laun, waktu demi waktu berlalu hingga gue masuk perguruan tinggi. Dan disini menjadi titik awal gue memutuskan untuk berhijab. Alasannya simple tapi luar biasa menurut gue, waktu itu kampus gue memang mewajibkan para perempuan-perempuan islam untuk menggunakan hijab saat perkuliahan, dan jadinya kita menaati peraturan yang ada. Hari demi hari gue mengenakan kerudung setiap hari, hingga waktu itu gue memutuskan dengan alasan kata orang dan menjadi peringatan untuk perempuan islam, yang gue tangkep begini seorang perempuan yang belum menikah memperlihatkan auratnya, yang menjadi korban atas itu diakhirat nanti adalah bapaknya/ayahnya. Disitu gue mutar otak, keputusan yang gue ambil ini udah benar-benar yakin tidak? Hingga akhirnya gue memutuskan untuk berhijab tercatat sejak tanggal 30 september 2016 tepat hari ulang tahun ayahku. Jadi ayah menjadi salah satu alasan gue untuk mengambil keputusan itu.
Hari demi hari gue mantap dengan hijab gue, gue mengenakan hijab dari model yang ini, bahan hijab yang itu serta warna apa yang gue pilih. Hingga sampai detik ini gue masih berproses, masih memperbaiki penampilan gue. Semoga Allah swt senatiasa memberkahi segala hal yang ada pada diri saya dan yang akan ada pada diri saya Aamiinn