Setelah lebih dari seminggu mau nulis tentang perjalanan gue kemaren tapi dintar-ntar dulu dan baru kesampaian sekarang ditulis di teras kosan disela gabut melanda dan dalam posisi kesepian ditinggal teman-teman kosan pada pulang. Karna emang gue anaknya mood-moodan jadi butuh kekuatan untuk memulai ini semua haha. oh ya sesuai dengan judulnya, gue akan menceritakan pengalaman gue minggu lalu 22 september 2019.
Minggu lalu adalah edutrip kedua dengan tema lingkungan (sampah) pertama kalinya gue melakukan edutrip ke salah satu bank sampah yang ada di Purwakarta, ohyaaa gue belum pernah nulis tentang itu tapi nanti insyaAllah gue akan coba nulis tentang itu. balik lagi tentang perjalanan gue minggu lalu, jadi edutrip ini diadain oleh komunitas yang mengangkat tentang isu-isu yang terjadi di indonesia bahkan dunia yaitu sampah pertama kali aku dapat info dari salah satu akun komunitas @kertabumikliniksampah. Gue pernah bilang ditulisan sebelumnya kalo sekarang gue memang aware tentang lingkungan dan follow akun-akun yang punya visi yang sama menjadi cari buat gue sadar betul apa yang harus gue lakuin.
karna gue lebih banyak share hal-hal tentang lingkungan ini dimedia sosial gue pribadi jadi banyak follower gue yang rata-rata teman-teman gue ikutan sadar. Jadi gue ajaklah teman-teman yang mau ikut, dan akhirnya kita berencana untuk pergi bertiga tapi sayangnya salah satu dari teman gue tiba-tiba harus pulang ke rumah jadi akhirnya gue dan teman gue tri yang akhirnya ikut event ini dan untungnya tri tinggal dekat tempat edu trip ini dilaksanakan yappp Bantar Gebang. Edutrip ini diadakan oleh Sustainable Indonesia berkolaborasi dengan BGBJ (Bantar gebang biji) dan kerta bumi membuka Edutrip Bantar Gebang ke-6. Sebanyak 32 peserta berkumpul untuk diajak berkeliling melihat suasana padatnya sampah di tempat pembuangan akhir ini.
Mungkin, ga semua tau apa sih Bantar Gebang? Kenapa kesana? Dapat apa aja emang?....
Jadi, bantar gebang itu salah satu TPS yang ada di indonesia katanya sih TPS ini adalah TPS terbesar di Indonesia TERBESAR di DUNIA. Lokasi TPS ini ada disalah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi. 110 hektare tanahnya sudah dijadikan tempat pembuangan sampah. Meski ada di Bekasi, penyumbang terbesar sampah Bantar Gebang adalah DKI Jakarta. Sampah yang dikirim ke Bantar Gebang ini adalah hasil dari warga DKI jakarta dan sekitarnya Setiap harinya, DKI Jakarta mengirim sekitar 7.500 ton sampah yang dikirim dari Jakarta ke Bantar Gebang. Tapi selama ini, pemerintah hanya berhasil mendaur ulang 30 persen dari seluruh sampah yang ada di sini. Sisanya menumpuk di landfill karena tidak bisa digunakan lagi.
landfill ini sudah ada sejak tahun 1980, dengan luas 110 hektar lahan sampah yang tiap hari bisa mengirimkan 7500 ton dengan 1200 truk dengan kapasitas 15 ton. dampak yang terjadi pada dilingkungan sekitar juga sudah mulai tercemar dari air yang bau dan kuning apabila kurang dari 30 meter kedalaman sumur.
setiap truk yang datang dibuang ke tepi jalan setelah itu dinaikan ke atas menggunakan buldozer. banyak pemulung yang bekerja mencari sampah yang punya nilai jual
Dengan volume sampah yang diprediksi terus bertambah, Bantar Gebang barangkali tidak akan lagi mampu menampung sampah pada 2021. Bukan hanya dari Jakarta, tapi juga tempat lain.
Minggu lalu adalah edutrip kedua dengan tema lingkungan (sampah) pertama kalinya gue melakukan edutrip ke salah satu bank sampah yang ada di Purwakarta, ohyaaa gue belum pernah nulis tentang itu tapi nanti insyaAllah gue akan coba nulis tentang itu. balik lagi tentang perjalanan gue minggu lalu, jadi edutrip ini diadain oleh komunitas yang mengangkat tentang isu-isu yang terjadi di indonesia bahkan dunia yaitu sampah pertama kali aku dapat info dari salah satu akun komunitas @kertabumikliniksampah. Gue pernah bilang ditulisan sebelumnya kalo sekarang gue memang aware tentang lingkungan dan follow akun-akun yang punya visi yang sama menjadi cari buat gue sadar betul apa yang harus gue lakuin.
karna gue lebih banyak share hal-hal tentang lingkungan ini dimedia sosial gue pribadi jadi banyak follower gue yang rata-rata teman-teman gue ikutan sadar. Jadi gue ajaklah teman-teman yang mau ikut, dan akhirnya kita berencana untuk pergi bertiga tapi sayangnya salah satu dari teman gue tiba-tiba harus pulang ke rumah jadi akhirnya gue dan teman gue tri yang akhirnya ikut event ini dan untungnya tri tinggal dekat tempat edu trip ini dilaksanakan yappp Bantar Gebang. Edutrip ini diadakan oleh Sustainable Indonesia berkolaborasi dengan BGBJ (Bantar gebang biji) dan kerta bumi membuka Edutrip Bantar Gebang ke-6. Sebanyak 32 peserta berkumpul untuk diajak berkeliling melihat suasana padatnya sampah di tempat pembuangan akhir ini.
Mungkin, ga semua tau apa sih Bantar Gebang? Kenapa kesana? Dapat apa aja emang?....
Jadi, bantar gebang itu salah satu TPS yang ada di indonesia katanya sih TPS ini adalah TPS terbesar di Indonesia TERBESAR di DUNIA. Lokasi TPS ini ada disalah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi. 110 hektare tanahnya sudah dijadikan tempat pembuangan sampah. Meski ada di Bekasi, penyumbang terbesar sampah Bantar Gebang adalah DKI Jakarta. Sampah yang dikirim ke Bantar Gebang ini adalah hasil dari warga DKI jakarta dan sekitarnya Setiap harinya, DKI Jakarta mengirim sekitar 7.500 ton sampah yang dikirim dari Jakarta ke Bantar Gebang. Tapi selama ini, pemerintah hanya berhasil mendaur ulang 30 persen dari seluruh sampah yang ada di sini. Sisanya menumpuk di landfill karena tidak bisa digunakan lagi.
landfill ini sudah ada sejak tahun 1980, dengan luas 110 hektar lahan sampah yang tiap hari bisa mengirimkan 7500 ton dengan 1200 truk dengan kapasitas 15 ton. dampak yang terjadi pada dilingkungan sekitar juga sudah mulai tercemar dari air yang bau dan kuning apabila kurang dari 30 meter kedalaman sumur.
setiap truk yang datang dibuang ke tepi jalan setelah itu dinaikan ke atas menggunakan buldozer. banyak pemulung yang bekerja mencari sampah yang punya nilai jual
Dengan volume sampah yang diprediksi terus bertambah, Bantar Gebang barangkali tidak akan lagi mampu menampung sampah pada 2021. Bukan hanya dari Jakarta, tapi juga tempat lain.
Menarik kalo tps terbesar bisa dijadikan sumber listrik utk cadangan listrik sekitar.disemarang ada juga pembangkit listrik tenaga sampah yg baru beroperasi bulan lalu
BalasHapusWah sayang juga ya pemerintah hanya bisa mendaur ulang 30% , pemerintah harus kasi solusi yang baik ttg proses sampah ini tidak bisa diabaikan begitu saja
BalasHapusBaru tahu kalau terbesar di dunia, kalau terbesar di Indonesia mungkin ya soalnya sering wara wiri di tv hehehehe
BalasHapusSampah adalah masalah utama kita, berkaitan dengan konsumsi dan gaya hidup. Butuh gerakan terpadu yang menyeluruh agar bisa mengurangi penggunaan sampah.
BalasHapusPerlu terobosan baru untuk menguibah sampah sebagai bahan untuk energi listrik yang baru, atau buigas.